Postingan

Jurnal #1: Sampai kapan?

 Bagaimana caranya bertahan ketika tiap jalan yang kita lewati rasanya buntu? Bagaimana caranya tetap waras ketika semua yang kita usahakan rasanya sia-sia? Benarkah semua ini takdir? Atau hanya akal-akalan saja? Tapi akal-akalan siapa juga, kan? *** Aku nggak tahu sejak kapan ini semua mulai terasa melelahkan. Menunggu dan hanya bisa menunggu. Tanpa bisa bertanya ada apa sebenarnya. Bukan tidak ingin, hanya saja tidak berani mengambil pilihan itu. Menanyakan kemana kebersamaan ini akan dibawa adalah sebuah boomerang. Sedang aku tidak siap jika pertanyaan itu berbalik lurus ke arahku. Selama ini kami hanya bertahan. Entah bertahan pada apa, berpijak pada batu yang mana, entah pula memegang kalimat-kalimat kepercayaan yang mana, atau bahkan pada perasaan yang seperti apa. Ini semua seperti sebuah marathon yang tak kunjung terlihat garis finishnya. Lalu pertanyaan yang terus menerus menghantui adalah "sampai kapan?"